BLANTERVIO103

Shapefile Ketinggian Permukaan Lahan

Shapefile Ketinggian Permukaan Lahan
11/26/2025
Shapefile Ketinggian Permukaan Lahan

Ketinggian permukaan Lahan memegang peranan penting dalam analisis spasial. Elevasi menentukan arah pengembangan kawasan, potensi risiko bencana, kesesuaian lahan untuk pertanian maupun pemukiman, hingga strategi konservasi lingkungan. Untuk memanfaatkannya secara praktis dalam dunia perencanaan, data elevasi dari DEM (Digital Elevation Model) perlu diolah menjadi Shapefile Ketinggian yaitu peta polygon yang membagi wilayah ke dalam kelas-kelas elevasi yang jelas dan dapat dihitung luasnya.

Shapefile ketinggian bukan sekadar tampilan warna pada raster, melainkan data teknis siap pakai yang dapat dianalisis lebih lanjut dan digabungkan dengan layer lain seperti slope, hidrologi, tanah, maupun batas administrasi. Ini membuatnya sangat penting dalam penyusunan Kemampuan Lahan dan dokumen kajian teknis lainnya.

Mengapa Interval 500 Meter dari Permen PU No. 20/2007 Tidak Selalu Tepat Dipakai Secara Kaku

Peraturan Menteri PU No. 20/2007 sering dijadikan rujukan nasional untuk pembagian kelas ketinggian. Di dalamnya terdapat pembagian umum seperti:

  • < 500 m
  • 500–1500 m
  • 1500–2500 m
  • dan seterusnya

Kelas tersebut dirancang untuk mencakup skala nasional dari pesisir rendah hingga pegunungan ekstrem seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah. Karena itu intervalnya dibuat lebar agar fleksibel untuk seluruh Indonesia.

Namun, masalah muncul ketika interval tersebut diterapkan secara kaku pada wilayah yang secara geomorfologi memang rendah dan relatif datar, seperti: 

  • Pantai timur Sumatera (Aceh Utara, Deli Serdang, Riau)
  • Kalimantan bagian tengah–timur
  • Kota metropolitan pesisir seperti Jakarta, Semarang, Makassar
  • Delta sungai dan kawasan rawa 

Jika elevasi maksimum di wilayah tersebut hanya berada di sekitar 150–250 meter, maka seluruh area akan otomatis masuk kelas ketinggian tertinggi menurut standar (<500 m). Akibatnya:

  1. Tidak ada variasi kelas yang terbentuk
  2. Seluruh polygon dapat memiliki nilai kemampuan lahan sama
  3. Hasil analisis tidak informatif dan gagal menangkap perbedaan medan
  4. Kesimpulan teknis menjadi bias dan tidak berguna untuk pengambilan keputusan

Dengan kata lain, aturan nasional tidak boleh dipakai seperti penggaris baja yang kaku untuk semua wilayah. Setiap daerah memiliki karakter geomorfologi yang unik.

Pendekatan lokal memungkinkan interval kelas lebih responsif terhadap variasi sebenarnya di lapangan. Beberapa keuntungan pendekatan ini:

  1. Mampu menampilkan detail perubahan topografi yang kecil namun penting
  2. Membantu identifikasi kawasan rawan seperti erosi mikro atau banjir lokal
  3. Lebih informatif untuk wilayah dataran rendah
  4. Lebih sesuai untuk analisis kawasan kecil (skala mikro dan menengah) 

Shapefile ketinggian permukaan lahan adalah komponen kunci untuk berbagai studi geospasial dan perencanaan wilayah. Namun, interval klasifikasi harus disesuaikan dengan karakteristik lokal agar hasil analisis tepat guna.

PREVIEW DATA

Shapefile Ketinggian Permukaan Lahan

Shapefile Ketinggian Permukaan Lahan

Sama seperti sebelumnya yang sudah admin jelaskan Lapak GIS hanya akan mengkategorikan data itu premium berdasarkan sumber. Jika berminat untuk mendapatkan data format SHP Shapefile diatas untuk keperluan analisis lanjut, project, riset dan keperluan lainnya, silahkan hubungi admin melalui Contact Form/Whatsapp. Jika tidak ada halangan dan kesibukan lainnya, admin akan langsung merespon pesan yang teman-teman kirimkan.

Baca Juga:
1. Daftar kumpulan data shapefile (SHP) berbagai tema.
2. Peta Cetak Digital Indonesia Berbagai Tema.

Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang Shapefile Ketinggian Permukaan Lahan. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.

Share This Article :
Lapak GIS

Lapak GIS adalah Tempat Berbagi Pengetahuan tentang Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing (Pengindraan Jauh).

6210244686568305774