BLANTERVIO103

Cara Konversi multipart ke singlepart Fitur pada Arcgis

Cara Konversi multipart ke singlepart Fitur pada Arcgis
10/20/2019


Bagaimana Cara Konversi Fitur multi-part ke single-part pada Arcgis?

Cara Konversi multipart ke singlepart Fitur pada Arcgis
Fitur dapat berupa single ataupun multi-part. Untuk menyederhanakan penyimpanan dalam database, seringkali fitur disimpan dalam multi-part. Sebagai contoh suatu gugus kepulauan dapat disatukan menjadi satu fitur yang terdiri dari beberapa bagian (part). Jika salah satu sub-bagian dari fitur multi-part dipilih, maka keseluruhan fitur akan terpilih.

Multi-part sering kali terdapat pada tipe fitur polyline atau polygon. Dari sudut pandang database, fitur yang disimpan dalam multipart memiliki kelebihan untuk membuat data sederhana.

Beberapa fitur yang memiliki atribut yang sama hanya berkorelasi dengan satu baris database pada tabel atribut. Sebagai contoh data indonesia.shp seperti gambar dibawah ini.

Editing file multipart cukup sulit karena memilih satu bagian (part) akan secara otomatis memilih keseluruhan bagian. Untuk kepentingan editing sebaiknya file multipart diubah terlebih dahulu menjadi single-part seperti dengan langkah-langkah berikut.

Cara Konversi multi-part ke single-part Fitur pada Arcgis

  1. Jalankan ArcMap
  2. Input data yang ingin dikonversi dari multi-part ke single-part, contoh mimin pakai data indonesia.shp
  3. Satu layer indonesia akan terdapat pada TOC (Table of Content). Layer tersebut adalah layer multi-part seperti tampak pada Gambar diatas.
  4. Jalankan tool Arcroolbox Data Management Tools features Multipart To Single-part
  5. Isikan input adalah layer indonesia
  6. Isikan folder dan nama file fitur output
  7. Klik OK untuk menjalankan tool

Cara Konversi multi-part ke single-part Fitur pada Arcgis


Output yang dihasilkan dari langkah-langkah di atas adalah sebuah fitur (shapefile atau fitur geodatabase) yang setiap polygon-nya merupakan bagian fitur sendiri.

Sebagai alternatif, teman-teman dapat juga menggunakan toolbar advanced editing dengan menggunakan tool explode multipart feature. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita tahu kalau suatu data SHP itu multi-part atau single-part ?

Caranya simpelnya untuk mengetahui apakah suatu data fitur merupakan multipart ataupun bukan dapat dilihat secara visual. Jika jumlah polygon di lebih banyak dibandingkan dengan jumlah baris pada tabel atribut. Seperti tampak pada Gambar indonesia.shp bahwa secara visual terlihat layer indonesia memiliki banyak sekali polygon, tetapi jumlah baris pada tabel atribut hanya satu entry saja. Pahamkan maksud mimin? mudah-mudahan paham lah, jika tidak silahkan gunakan kotak komentarnya.

Terus muncul pertanyaan lanjutan, jika poligonnya banyak bagaimana? kan repot dilihat satu per satu. Untuk jumlah fitur yang banyak dan baris data atribut yang banyak pula, pemeriksaan secara visual sulit dilakukan. Sebagai altematif, pengguna dapat menggunakan Data Reviewer (bahasan tentang Data Reviewer akan mimin bahas secara terpisah tidak ruwet penulisannya). Jadi silahkan masukkan emailnya di kotak subscribe di samping website Lapak GIS untuk mendapatkan tips seputar tutorial GIS.

Baca Juga:
1. Software Bantu Konverter Koordinat dari BAKOSURTANAL
2. Anotasi tulisan, angka dan simbol pada layout ArcGIS

Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang Cara Konversi multi-part ke single-part Fitur pada Arcgis. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan kotak komentar, halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.

Share This Article :
Lapak GIS

Lapak GIS adalah Tempat Berbagi Pengetahuan tentang Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing (Pengindraan Jauh). Khususnya membahas seputar tutorial, tips bermanfaat, download data spasial (Shapefile/Raster).

TAMBAHKAN KOMENTAR

6210244686568305774