Salah satu bentuk inset peta yang menarik adalah inset berbentuk globe. Bentuk ini dapat memperlihatkan posisi suatu wilayah dalam cakupan yang lebih luas, seperti kawasan Asia Tenggara atau Indonesia, dengan tampilan menyerupai permukaan bumi. Selain memberikan informasi tambahan, inset globe juga dapat membuat tampilan peta penelitian menjadi lebih informatif dan profesional.
Menariknya, pembuatan inset peta seperti ini dapat dilakukan menggunakan ArcMap ArcGIS. Teman-teman tidak harus membuat ilustrasi globe secara terpisah menggunakan aplikasi desain grafis. Dengan memanfaatkan beberapa fasilitas yang tersedia di ArcMap ArcGIS, tampilan globe dapat disusun langsung dalam satu halaman peta.
Apa Itu Inset Peta?
Secara sederhana, inset peta adalah peta kecil yang ditempatkan di dalam sebuah peta utama. Tujuannya adalah memberikan informasi tambahan yang tidak dapat ditampilkan secara optimal pada peta utama.
Contohnya, sebuah penelitian dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman. Peta utama mungkin hanya menampilkan wilayah penelitian secara detail. Namun, pembaca belum tentu langsung mengetahui letak Kabupaten Padang Pariaman terhadap Pulau Sumatra atau Indonesia secara keseluruhan.
Di sinilah inset peta menjadi berguna. Peta kecil dapat menunjukkan posisi wilayah penelitian dalam cakupan yang lebih luas sehingga pembaca memperoleh gambaran lokasi secara bertahap, mulai dari wilayah penelitian, provinsi, Indonesia, hingga kawasan Asia.
Inset globe memberikan pendekatan visual yang sedikit berbeda. Alih-alih hanya menggunakan peta dunia berbentuk persegi panjang, tampilan globe menggunakan bentuk lingkaran sehingga memberikan kesan seperti melihat permukaan bumi dari luar angkasa.
Konsep Pembuatan Inset Globe di ArcMap ArcGIS
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa inset globe sebenarnya bukan gambar globe biasa. Tampilan tersebut berasal dari sebuah peta dunia yang menggunakan cara pandang tertentu sehingga permukaan bumi terlihat seperti bagian dari sebuah bola.
Setelah peta dunia tersedia, tampilannya dapat diatur agar wilayah Indonesia berada di bagian yang mudah terlihat. Selanjutnya, tampilan peta tersebut dibuat berbentuk lingkaran sehingga bagian luar peta tidak terlihat sebagai bidang persegi panjang.
Pada saat yang sama, lokasi penelitian dapat diberikan penanda berupa kotak atau bidang berwarna. Penanda tersebut berfungsi untuk menunjukkan posisi wilayah yang sedang dibahas pada peta utama.
Dengan pendekatan tersebut, pembaca dapat melihat dua informasi sekaligus. Peta utama memberikan informasi secara detail, sedangkan inset globe memberikan gambaran posisi secara lebih luas.
- Buat Data Frame baru → Insert Data Frame → beri nama Globe Inset.
- Masukkan peta dunia ke dalam Data Frame tersebut.
- Ubah proyeksi → pilih Orthographic. Saran Pilih yang Nort Pole Orthographic dulu sebagai bawaan.
- Atur posisi globe → pusatkan sekitar Indonesia (± 100–120° BT, 0° LS). Atau bisa ikuti settingan mimin Longitude of Center 118 derajat dan Latitude of Center -2 derajat
- Tambahkan kotak lokasi penelitian → gunakan Extent Indicator pada globe.
- Atur tampilan → sesuaikan warna daratan, laut, garis tepi, dan ukuran globe.
Download Proyeksi Orthographic
Baca Juga:
1. Daftar kumpulan data shapefile (SHP) berbagai tema.
2. Peta Cetak Digital Indonesia berbagai Tema
Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang Cara Membuat Inset Peta Berbentuk Globe di ArcMap ArcGIS. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.

Posted by 
.webp)
.webp)
