Di sinilah peran data citra satelit sangat penting. Satelit yang mengorbit Bumi dapat "melihat" bekas terbakar dari luar angkasa, bahkan di lokasi yang sulit dijangkau tim lapangan. Namun, data satelit mentah belumlah bermanfaat bagi banyak orang. Agar bisa digunakan di aplikasi pemetaan, data tersebut perlu diubah menjadi peta vektor dan format yang paling umum dikenal adalah Shapefile (SHP).
Apa itu area terbakar, dan kenapa berbeda dari hotspot?
Banyak orang mengira kebakaran dan titik panas (hotspot) itu hal yang sama. Padahal keduanya berbeda. Hotspot adalah titik yang terdeteksi saat api masih menyala, ibarat "suhu badan naik saat demam". Sedangkan area terbakar (burned area) adalah bekas luka yang tertinggal setelah api padam, ibarat "bekas luka setelah sembuh".
Informasi area terbakar lebih lengkap karena memuat sebaran spasial yang nyata, poligon wilayah yang benar-benar terdampak, beserta tanggal kejadiannya. Inilah bahan utama untuk menghitung luas kebakaran secara akurat.
Mengapa analisis tahunan?
Kebakaran itu bersifat musiman. Pola puncaknya biasanya terjadi pada musim kemarau, tetapi intensitas dan sebarannya berbeda tiap tahun. Dengan analisis per tahun, kita bisa:
- Membandingkan luas kebakaran antar-tahun untuk menilai tren naik-turun.
- Mengidentifikasi wilayah yang berulang kali terbakar (area "langganan" api).
- Menyusun laporan dan evaluasi untuk pengambilan kebijakan.
- Mendukung perhitungan emisi karbon dan dampak lingkungan lainnya.
Analisis ini bukan sekadar "satu warna" di peta. Setiap area terbakar membawa informasi penting, antara lain:
- Lokasi dan luas persis setiap area yang terbakar.
- Tanggal terbakar, sehingga tahu kapan puncak kebakaran terjadi.
- Penanda khusus untuk area yang terbakar lebih dari satu kali dalam setahun — data berharga untuk menilai lokasi rawan.
- Kolom keterangan yang mudah dibaca, termasuk satuan luas yang sudah siap pakai.
Semua informasi tersebut dirangkum dalam satu file Shapefile (SHP), format standar yang dibuka di hampir semua perangkat lunak GIS seperti ArcGIS, ArcGIS Pro, maupun QGIS. Begitu dibuka, peta langsung tampil rapi dengan atribut lengkap, siap disimbolkan, dianalisis, atau di-overlay dengan peta lain.
Jika berminat mendapatkan data format SHP Shapefile diatas, silahkan hubungi admin melalui Contact Form/Whatsapp. Jika tidak ada halangan dan kesibukan lainnya, admin akan langsung merespon pesan yang teman-teman kirimkan.
Baca Juga:
1. Daftar kumpulan data shapefile (SHP) berbagai tema.
2. Kumpulan Tutorial GIS dan Remote Sensing
Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang SHP Shapefile Area Terbakar Karhutla. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan kotak komentar, halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.
%20Karhutla%20(1).webp)
Posted by %20Karhutla%20(1).webp)
.webp)
.webp)
.webp)
