BLANTERVIO103

Cara Membuat Grid LU/LS atau BT pada ArcGIS

Cara Membuat Grid LU/LS atau BT pada ArcGIS
1/31/2020


Cara merubah label grid N/S menjadi LU/LS atau E menjadi BT pada ArcGIS

Cara Membuat Grid LU-LS atau BT pada ArcGIS
Sudah lebih dari seminggu mimin lapak gis tidak update artikel, karena biasanya minimal dalam satu kali seminggu pasti akan update. Tapi karena kesibukan didunia nyata jadi webnya terbengkalai. Masih dalam tema tutorial GIS, dimana pada artikel sebelumnya kita sudah membahas terkait Bagaimana Cara Memetakan Hasil Pengukuran Survei dengan ArcGIS.

Nah pada kesempatan ini kita akan membahas Cara Membuat Grid LU/LS atau BT pada Arcgis. Dikarenakan kita orang indonesia, sudah tentu kita memakai format yang sesuai dengan regional dan aturan kita sendiri, begitu juga dengan pembuatan grid layout pada peta yang kita buat.

Secara default grid yang dipakai ketika kita melayout peta adalah N (north), East (E), atau South (S), tapi di indonesia yang kita pakai adalah lintang utara (LU), lintang selatan (LS) dan bujur timur (BT). Pertanyaannya, bagaimana kita merubah grid tersebut? karena disettingan grid pada ArcGIS tidak terdapat fitur instan untuk merubah label grid N/S menjadi LU/LS atau dari E menjadi BT.

Namun demikian, ArcGIS mempunyai fasilitas untuk mengubah label/grid tersebut dengan membuat grid sendiri berupa data spasial (shapefile) menggunakan custom overlay dan biasanya grid yang digunakan adalah data berbentuk garis (polyline). Secara garis besar langkahnya adalah membuat GRID (memakai fishnet), membuat dan modifikasi label pada GRID, dan terakhir input STYLE.

Untuk Membuat Grid LU/LS atau BT dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
  1. Buka data layer yang ingin di layout. Contoh administrasi Riau
  2. Kemudian buka ArcToolbox → Data management tools → Feature class → Create Fishnet. Alasan menggunakan fishnet adalah untuk pengganti grid bawaan Arcgis
  3. Tentukan lokasi output grid yang dibuat.
  4. Untuk extentnya (batas output), kalau bisa lebih luas dari area yang dipetakan atau dilayout. Contoh yang dipetakan adalah level provinsi maka area extentnya mimin ambil se-Indonesia saja, supaya nanti bisa digunakan untuk provinsi lain.
  5. Selanjutnya isikan lebar/interval grid. Dalam contoh ini untuk skala provinsi mimin isikan jaraknya 30 minute yang jika di konversi ke desimal degree akan mengahasilkan nilai 0,5.
     
    Cara Membuat Grid LU LS atau BT pada ArcGIS

    Patokan interval yang mimin pakai:
    Level Provinsi yaitu 30 minutes sehingga nilai intervalnya 0.5
    Level Kabupaten yaitu 5 minutes sehingga nilai intervalnya 0.08333333
    Level Kecamatan yaitu 30 second sehingga nilai intervalnya 0.008333333
    Untuk memudahkan konversi satuan secara instan bisa dilakukan secara online dengan Klik disini.

  6. Klik OK, maka fishnet/grid akan terbentuk

    Cara Membuat Grid LU LS atau BT pada ArcGIS

  7. Tahap selanjutnya buat field baru pada shp grid yang telah dibuat tadi (contoh field grid asli). Perlu dicatat bahwa GRID dibedakan dua tipe, yaitu yang vertikal dan horizontal. Garis GRID vertikal haris diberi label longitude (misalnya BT) sedangkan yang horizontal diberi label latitude (misalnya LU atau LS).
  8. Pilih atau seleksi seluruh garis lintang (horizontal). Setelah terseleksi klik kanan nama field → Calculate geometry → Y Coordinate of line start. Pada units pilih DMS

    Cara Membuat Grid LU LS atau BT pada ArcGIS

9. Untuk garis bujurnya (vertikal) kita cukup invers select saja, maka semua feature selain yang horizontal akan terseleksi. Lakukan hal yang sama seperti langkah no. 9 tapi yang membedakan pilih X Coordinate of line start.
10. Selanjutnya adalah lakukan sesi editing pada layer grid, buka attribute tabel lalu pilih "Find and Replace". Pada Find what ketik S dan pada  Replace with ketik LS lalu klik replace all, sehingga nanti notasi S akan berubah menjadi LS. Lakukan hal yang sama untuk N ke LU dan E ke BT.

Cara Membuat Grid LU LS atau BT pada ArcGIS

11. Keahlian teman-teman untuk melakukan selection, Calculate Geometry dan Field Calculator sangat diperlukan untuk memberikan label GRID secara efektif dan juga sintak teks seperti left atau mid digunakan untuk transfer sebagian karakter dari field ke field jika nanti teman-teman merasa angka dibelakang koma terlalu banyak.
12. Save hasil editing.
13. Selanjutnya kita ubah grid shp tadi ke bentuk .style caranya dengan buka menu customize → style manager.
14. Dimenu custom style pilih reference system → New → Custom Overlay

Cara Membuat Grid LU LS atau BT pada ArcGIS

15. Untuk "source" pilih grid shp (hasil fishnet yang telah di buat tadi) untuk "label" pilih field yang berisi koordinatnya. Sekaligus lakukan modifikasi pada axis, labels, dan lines untuk mengatur tampilan grid. Supaya mudah identifikasinya nanti silahkan beri nama grid yang kita buat
16. Kita pindah ke tampilan layout view, lalu buka layer properties untuk mengaktifkan grid, buat grid seperti biasanya next-next saja sampai finish.
17. Setelah itu pada menu style (masih didalam jendela data frame properties), pilih template yang tadi teman-teman buat. Klik OK

Cara Membuat Grid LU LS atau BT pada ArcGIS


VIDEO TUTORIAL


Label grid yang dihasilkan juga dinamis artinya view bisa kita geser-geser dan label akan menyesuaikan. Teman-teman tidak perlu repot membuat shp gridnya, mimin sudah siapkan file template shp gridnya jadi bisa langsung diinput ke custom stylenya.
SHP Grid Custom Overlay LU/LS atau BT

Baca Juga:
1. Tutorial Georeferensi Citra Satelit ke Titik GPS
2. Cara Mencari Fitur dengan Cepat pada ArcGIS

Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang Cara Membuat Grid LU atau LS dan BT pada ArcGis. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan kotak komentar, halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.

Share This Article :
Lapak GIS

Lapak GIS adalah Tempat Berbagi Pengetahuan tentang Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing (Pengindraan Jauh).

TAMBAHKAN KOMENTAR

6210244686568305774