BLANTERVIO103

Berbagai Macam Effect pada ArcGIS untuk Visualisasi Presentasi

Berbagai Macam Effect pada ArcGIS untuk Visualisasi Presentasi
6/13/2020


Effect Swipe & Flicker untuk visualisasi presentasi pada ArcGIS

Berbagai Macam Effect pada ArcGIS untuk Visualisasi Presentasi
Effect digunakan untuk mengatur kontras, brightness, transparansi, dim level, swipe dan flicker layer. Pengaturan effect sangat penting untuk publikasi project ArcMap untuk peta online ataupun portable. Effect pada ArcMap dilakukan dengan menggunakan toolbar Effect seperti pada Gambar berikut.

Berbagai Macam Effect pada ArcGIS untuk Visualisasi Presentasi

Bagian-bagian dari toolbar Effects

  1. Contrast fungsinya mengatur tingkat kontras untuk layer tipe raster. Kontras dapat juga diatur melalui Layer properties.
  2. Brightness fungsinya mengatur tingkat kecerahan untuk layer tipe raster. Brightness dapat juga diatur melalui Layer properties.
  3. Transparency  mengatur tingkat transparansi untuk layer vector dan layer. Transparansi dapat juga diatur melalui Layer properties.
  4. Dim level untuk mengatur Dim level untuk layer background. Efek dari Dim level sama dengan transparansi untuk layer vector dan raster.
  5. Swipe untuk mengatur efek swift, yaitu menampilkan layer dengan semacam curtain yang ditarik menggunakan mouse.
  6. Flicker layer untuk mengatur kedip-kedip layer untuk membuat presentasi menjadi lebih menarik.

Cara menggunakan effect Swipe pada ArcGIS

Untuk melakukan pengaturan swipe, teman-teman dapat melakukan langkah berikut.

  1. Buka project
  2. Tampilkan toolbar Effects (klik kanan pada area kosong di bagian menu/icon)
  3. Pada toolbar Effects, tentukan layer yang akan di-Swipe
  4. Klik pada Swipe
  5. Klik-n-drag mouse secara horizontal atau vertical tergantung arah sapuan yang diinginkan.
Berbagai Macam Effect pada ArcGIS untuk Visualisasi Presentasi

Pada Gambar di atas, jika mouse digerakkan dengan tetap menekan Klik maka laver Kecamatan akan terbuka/tertutup seperti tirai, sehingga layer Citra Bogor dapat terlihat saat 'tirai' terbuka.

Gerakan mouse swipe dapat horizontal maupun vertikal. Swipe adalah salah satu tool presentasi yang sangat baik. Overlay dari dua layer dapat ditampilkan dengan visualisasi yang baik.

Salah satu contoh dalam suatu project adalah ingin menampilkan area terdampak bencana, yang mana kita ingin mengetahui keadaan sebelum dan sesudah terjadinya bencana, dengan fitur ini sangat memudahkan kita untuk memvisualisasikannya.

Cara menggunakan effect Flicker pada ArcGIS

Untuk melakukan pengaturan Flicker dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Buka project
  2. Tampilkan toolbar Effects
  3. Pada toolbar Effects, tentukan layer yang akan dibuat flicker, misalnya layer Terminal.
  4. Isikan berapa menit flicker rate (dalam satuan millisecond). Isikan 500 jika ingin layer yang dipilih akan mati dan hidup setiap setengah detik.
  5. Klik pada Flicker
  6. Layer yang dipilih akan mati dan hidup setiap setengah detik sampai teman-teman melakukan Klik kembali pada Flicker atau melakukan pan/zoom pada data frame.

Flicker cocok digunakan untuk presentasi data spasial pada fitur-fitur point. Sebagai contoh dalam memvisualisasikan data dalam urutan waktu seperti data kebakaran hutan dan lahan (akan kita bahas pada topik selanjutnya).

VIDEO TUTORIAL

Baca Juga:
1. Review Link Table Hasil Georeferensi pada Arcgis
2. Cara Konversi Format CAD ke SHP dan dioverlay dengan Basemap

Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang Tipe Effect pada ArcGIS untuk Presentasi Project. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan kotak komentar, halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.

Share This Article :
Lapak GIS

Lapak GIS adalah Tempat Berbagi Pengetahuan tentang Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing (Pengindraan Jauh).

TAMBAHKAN KOMENTAR

6210244686568305774