BLANTERVIO103

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut)

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut)
10/31/2020


Editing Fitur pada ArcGIS Tingkat Lanjut (Advanced) serta fungsi penerapannya

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut)

Editing Fitur pada ArcGIS pada pembahasan ini adalah tingkat lanjut dari editing standar karena untuk editing secara umum mungkin dari teman-teman sudah tahu fungsi dan penerapannya. Melakukan editing fitur dapat dilakukan sama halnya data spasial shapefile yang terdiri dari fitur point, line (atau pada shapefile disebut polyline), dan polygon. Diharapkan setelah mengikuti tutorial ini teman-teman dapat memahami fungsi-fungsi editing yang tersedia pada ArcMap dan cara penggunaannya.

Advanced editing adalah toolbar yang berisi beberapa tool editing yang sangat powerful untuk menyelesaikan tugas-tugas editing. Diharapkan sebelum menggunakan toolbar advanced editing, kita sudah menguasai tool- tool yang terdapat di dalam toolbar Editor (editing standart). Toolbar advanced editing memiliki beberapa tool yang dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Untuk cara penggunaan dari masing-masing fitur editing advance akan dijelaskan ada video ya, karena pada artikel hanya dijelaskan fungsinya secara umum dan penggunaanya.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut)

(1) Copy features

Tool ini digunakan untuk copy-paste fitur terpilih, baik pada layer yang sama ataupun berbeda. Tool ini sangat bermanfaat untuk membuat fitur yang sama dalam jumlah yang cukup banyak, misalnya persil lahan. Fitur yang baru dibuat nantinya mungkin belum berada posisi yang semestinya. Untuk menggeser fitur dapat dilakukan dengan memilih dan menggeser semua vertex (vertices) dari fitur yang bersangkutan.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) -

(2) Fillet

Tool ini digunakan untuk membuat kurva tangensial yang menghubungkan dua garis. Garis-garis yang akan dihubungkan dengan tool ini harus sudah tersedia, misalnya dua buah segmen jalan yang membentuk sudut sekitar 90 derajat. Segmen-segmen garis sebaiknya memiliki jarak lebih kecil dibandingkan dengan radius fillet karena Secara otomatis sisa garis yang terpotong oleh fillet akan dihilangkan

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Fillet

 

(3) Extend

Tool ini digunakan untuk menghilangkan dangle (undershot) pada fitur line, yaitu sambungan garis yang tidak sampai. Misalnya pada pertigaan/perempatan jalan, percabangan sungai, dan sebagainya. Dangle adalah salah satu bentuk kesalahan topology.

Catatan: Tool extend digunakan untuk menghilangkan dangle secara manual dikarenakan satu per satu garis yang memiliki undershot harus dipilih. Untuk jumlah error dangle yang banyak, pengguna dapat menggunakan tool Extend Line pada ArcToolbox atau topology.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Extend

 

(4) Trim

Tool ini digunakan untuk memotong overshot pada fitur line, yaitu sambungan dua garis yang berlebihan. Tool ini digunakan pada kondisi berkebalikan dengan tool extend.

Catatan: Tool trim digunakan untuk menghilangkan overshot secara manual dikarenakan satu per satu garis yang memiliki overshot harus dipilih. Untuk jumlah error overshot yang banyak, pengguna dapat menggunakan tool Trim Line pada ArcToolbox atau topology.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Trim


(5) Line intersection

Tool ini digunakan untuk membagi fitur line pada perpotongan garis (intersection), Tool ini digunakan untuk mengatasi overshot atau undershot yang terjadi pada kedua garis.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Line intersection


Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Line intersection

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Line intersection


(6) Explode multipart feature

Tool ini digunakan untuk mengubah multi-part menjadi single-part. Tool ini memiliki fungsi serupa dengan tool Multipart to singlepart. Namun terdapat sedikit perbedaan yaitu tool ini bekerja saat sesi editing aktif dan hanya pada fitur terpilih saja sedangkan tool multipart to singlepart bekerja saat sesi editing tidak aktif dan berdampak pada seluruh fitur.

 

(7) Construct geodetic

Tool ini sangat bermanfaat untuk plotting hasil survey dengan jumlah data yang tidak terlalu banyak. Hasil survey berupa koordinat titik ikat dan jarak-azimuth titik-titik selanjutnya dapat langsung diisikan dalam form tool construct geodetic.

 

(8) Align to shape

Tool ini digunakan untuk mengatur posisi fitur berdasarkan trase yang dibuat. Tool ini dapat digunakan untuk menyelaraskan pertemuan antara dua fitur polygon. Sebagai contoh dua polygon berdampingan yang memiliki batas persekutuan yang tidak persis sama.

Catatan: Tool ini sangat berguna untuk memperbaiki- kesalahan topology polygon (overlap dan gap) pada fitur yang sedang dilakukan pengeditan. Tool ini serupa dengan kombinasi cut polygon, autocomplete polygon, dan merge. Namun untuk fitur yang sudah selesai diedit dan dalam jumlah yang sangat banyak lebih baik gunakan topology.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Align to shape

 

(9) Replace geometry

Mengganti suatu fitur dengan fitur yang lain dapat dilakukan dengan menghapus fitur lama dan membuat fitur baru. Namun langkah tersebut tentu saja secara otomatis menghapus entri database yang berkorelasi dengan fitur yang sudah ada (yang dihapus). Tool ini digunakan untuk mengganti keseluruhan bagian fitur (point, line atau polygon) dengan tetap menjaga data atribut yang melekat kepadanya. Fitur yang baru dapat dibuat dengan snap atau membuat trase dari fitur yang sudah tersedia.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Replace geometry

(10) Construct polygon

Tool ini digunakan untuk membuat polygon dari data line atau polygon. Tool ini serupa dengan tool Convert feature to polygon . Namun tool ini lebih mudah dieunakan karena tidak memerlukan proses konversi dan hanya menggunakan sesi editing. Contoh penggunaan adalah membuat persil (polygon) yang belum dibuat dari data jalan perumahan yang sudah tersedia.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Construct polygon


(11) Split polygon

Tool ini digunakan untuk membagi polygon yang sudah tersedia dengan fitur line atau polygon yang terpilih. Contoh penggunaan adalah membagi polygon persil (yang sudah tersedia) dengan data jalan.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Split polygon


(12) Planarize line

Tool ini digunakan untuk memotong semua fitur line terpilih. Semua fitur line akan di-intersect dan dihapus overlappingnya. Tool ini sangat berguna untuk menjaga kualitas fitur line. Sebagai contoh pada perpotongan dua garis, setiap segmen garis harus berhenti (start/end) pada setiap perpotongan dan sisanya menjadi segmen yang baru.


Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Planarize line

Dua garis pada gambar di atas memiliki beberapa kesalahan. Pertama tidak terdapat intersection pada perpotongan garis. Segmen garis 1 dan garis 2 tidak seharusnya saling memotong melainkan harus dipisahkan menjadi segmen yang berbeda. Kedua, terdapat garis yang tumpang tindih pada salah satu segmen. Untuk menghilangkan error tersebut, tool planarize line dapat digunakan.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Planarize line


(13) Generalize

Data spasial yang terlalu detail akan sangat mengganggu penyajian ketika skala yang dibutuhkan tidak sedetail data yang bersangkutan. Tool ini digunakan untuk menyederhanakan bentuk fitur polygon atau fitur line. Contohnya untuk menyederhanakan bentuk sungai atau garis pantai (penghilangan detail).

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Generalize
 

(14) Smooth

Tool ini digunakan untuk memperhalus polyline atau batas polygon. Tool Smooth dapat dikatakan memiliki fungsi kebalikan dari generalize, meskipun fitur yang sudah di-generalize tidak akan kembali seperti semula dengan tool smooth. Jika tool generalize akan menghilangkan vertices, tool smooth justru akan menambah vertices untuk membuat fitur line atau polygon menjadi lebih halus dan mengurangi sudut-sudut lancip. Tool ini dapat digunakan untuk menghaluskan fitur sungai atau garis pantai agar tampak lebih natural.

Editing Fitur pada ArcGIS (Tingkat Lanjut) - Smooth


VIDEO TUTORIAL


Baca Juga:
1. Menambahkan Custom Web Tile (Basemap) pada ArcMap
2. Mengurangi Noise dari Data Raster dengan ArcGIS

Baiklah sekian dulu untuk sharing kali ini tentang Editing Fitur Tingkat Lanjut pada ArcGIS. Jika ada saran, tanggapan, pertanyaan, link mati serta request silakan gunakan kotak komentar, halaman kontak atau sosial media yang ada di website Lapak GIS. Terima Kasih.


Share This Article :
Lapak GIS

Lapak GIS adalah Tempat Berbagi Pengetahuan tentang Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing (Pengindraan Jauh).

TAMBAHKAN KOMENTAR

6210244686568305774